DinamikaNews, Cianjur - Sosok Ali Sabar Asidik atau yang kondang dipanggil Sendik, merupakan pengusaha di bidang kolam pemancingan yang terkenal di daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Sendik berhasil menyulap usaha kolam pemancingan miliknya yang dinamai "Wisata Pancing", jadi motor penggerak ekonomi warga. Konsepnya sederhana, mancing dapat ikan, warga dapat rezeki.
Konsep wisata pancing terpadu yang tidak hanya menyediakan spot memancing, tetapi juga menggabungkan edukasi, kuliner, keluarga, dan pemberdayaan warga lokal. Sampai saat ini, Sendik sudah memiliki 7 kolam pemancingan, diantaranya, kolam Gang Pa Aki Warung Jambe, kolam Salakawung, kolam Situ Siluman, kolam Cadot, kolam Sentral, kolam Situ Asem, dan terakhir kolam Situ Kabuyutan. Semua kolam pemancingan Wisata Pancing tersebar diseluruh wilayah Kabupaten Cianjur, terutama kawasan Cugenang hingga Cianjur Selatan.Â
Sendik juga mengaku terus mengembangkan usaha Wisata Pancing miliknya, dengan membidik kolam-kolam berukuran besar atau setu. Ketertarikannya membuka usaha bisnis kolam pemancingan, Sendik mengungkapkan, berawal dirinya membuka usaha jual beli ikan Patin, tetapi karena harga jual ikan selalu murah, akhirnya Sendik banting stir membuka usaha kolam pemancingan, dengan konsep kolam-kolam besar berkapasitas lebih dari 100 orang, atau setu-setu yang berkapasitas 500 orang lebih.Â
"Mancing ini merupakan hobi sejuta umat, dari mulai anak anak, remaja sampai orangtua, semuanya suka memancing. Selain itu, ekonomi yang gak padam adalah usaha pemancingan. Sedangkan kalau membuka usaha wahana air seperti kolam renang atau tempat wisata, itu hanya di waktu tertentu, tetapi kolam pemancingan setiap hari jalan terus, yang memancing selalu ada. Jadi Wisata Pancing ini punya nilai ekonomi. Satu orang mancing, yang dapat rezeki bisa lima orang di sekitarnya," ungkap Sendik.Â
Dengan memiliki 7 kolam pemancingan, Sendik mampu menjual 2 sampai 3 ton ikan setiap minggu, sehingga dalam satu bulan mencapai 10 hingga 15 ton. Bagi peserta yang akan memancing di kolam Wisata Pancing milik Sendik, cukup membayar Rp50 ribu setiap hari dengan durasi dari mulai pagi pukul 06:00 WIB hingga 17:00 WIB. Sedangkan malam hari dimulai pukul 18:00 WIB hingga 06:00 WIB.Â
Saat ini, Sendik memiliki sekitar 30 karyawan yang mengelola 7 kolam Wisata Pancing. Disetiap kolam, warga yang terlibat berjualan sekitar 20 sampai 30 orang. Melalui usaha ini, sebuah bukti kalau potensi lokal apabila dikelola serius bisa jadi sumber kesejahteraan. Bahkan, di setiap akhir pekan, kolam Wisata Pancing milik Sendik selalu diserbu oleh pemancing sekitar 200 sampai 300 orang dari berbagai wilayah Jabodetabek, Bandung dan Sukabumi.Â
"Setiap kolam bisa sampai 20 orang warga ikut usaha berjualan di masing-masing kolam, jadi jika di semua kolam, totalnya ada sekitar 200 warga buka usaha berjualan atau UMKM. Tentunya sektor perekonomian warga berjalan melalui usaha kolam pemancingan Wisata Pancing ini," jelasnya.Â
Selain membuka akses bidang ekonomi usaha warga, Sendik juga dikenal sebagai seorang dermawan, karena rutin menggelar kegiatan bakti sosial santunan anak yatim piatu di masing-masing kolam. "Memang sejak awal saya membuka usaha ini, ingin memberikan manfaat kepada masyarakat, baik di bidang ekonomi dan lainnya. Kegiatan santunan yang saya lakukan memang rutin digelar di masing-masing kolam, agar usaha ini mendapatkan keberkahan dan anak yatim piatu bisa terbantu dan warga dapat manfaat," ujarnya.Â
Sendik yang juga merupakan seorang pengusaha Baja Ringan di wilayah Kabupaten Cianjur ini berharap, dengan usaha Wisata Pancing yang digelutinya saat ini, semoga bisa membuat orang senang dan bahagia, membuka lapangan kerja, UMKM warga berjalan, dan kewilayahan mendapatkan manfaat. Kedepan, Sendik juga berencana membuka Wisata Pancing di daerah Bogor dan Sukabumi.Â
Sementara, apresiasi diungkapkan owner Essen dan umpan KTM, Subhan Maulana atau yang akrab disapa Katel. Dengan usaha kolam. pemancingan Wisata Pancing, membuka ruang dan peluang ekonomi bagi UMKM ataupun pemilik produk di bidang mancing, seperti Essen, umpan siap saji, alat-alat pancing dan lainnya.Â


