DinamikaNews, Bogor – Kinerja layanan transportasi publik BisKita Trans Pakuan di Kota Bogor menunjukkan tren positif. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor mencatat pendapatan layanan tersebut mencapai Rp10,29 miliar pada 2026, meningkat dibandingkan perolehan tahun 2025 yang berada di angka Rp6,24 miliar.
Peningkatan ini menjadi gambaran semakin besarnya pemanfaatan transportasi umum oleh masyarakat. Selain meningkatnya kepercayaan penumpang, peralihan dari kendaraan pribadi serta pembenahan fasilitas dan akses layanan turut menjadi faktor yang mendukung pertumbuhan tersebut.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Bogor, Dody Wahyudin, mengatakan peningkatan pendapatan BisKita Trans Pakuan tidak terlepas dari upaya menghadirkan transportasi yang ekonomis, nyaman, dan mudah dijangkau.
Menurut Dody, semakin tingginya minat masyarakat menjadi salah satu indikator bahwa angkutan umum memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas warga. Dishub juga terus melakukan pembenahan layanan, termasuk menambah fasilitas halte atau titik pemberhentian bus guna mempermudah akses penumpang.
“Kepercayaan masyarakat terhadap BisKita meningkat. Kami juga terus berupaya memperbaiki pelayanan dan menambah fasilitas agar masyarakat semakin mudah menggunakan transportasi umum,” ujar Dody, Kamis (22/10/2026).
Koridor K2 Sumbang Pendapatan Terbesar
Berdasarkan data pendapatan BisKita Trans Pakuan periode 2025–2026, Koridor K2 menjadi penyumbang pendapatan terbesar pada 2026, dengan nilai mencapai Rp4,56 miliar.
Koridor K1 menempati posisi berikutnya dengan pendapatan Rp2,78 miliar. Sementara itu, Koridor K5 menyumbang Rp1,56 miliar dan Koridor K6 sebesar Rp1,39 miliar.
Dominasi Koridor K2 memperlihatkan besarnya kontribusi jalur tersebut terhadap pendapatan operasional BisKita Trans Pakuan. Data ini juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk menyesuaikan kebutuhan armada dan frekuensi perjalanan berdasarkan pola permintaan penumpang.