JAKARTA, DINAMIKA NEWS – Beragam persoalan yang muncul sepanjang 2026 menunjukkan bahwa dunia menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Krisis ekonomi, pangan, iklim hingga persoalan sosial muncul secara bersamaan dan saling berkaitan.

Fenomena tersebut menjadi perhatian dalam forum terbatas diskusi regulasi dan krisis global yang membahas gagasan “Polikrisis Versus Polikritis” sebagai gambaran kondisi tata kelola bangsa-bangsa di tengah perubahan global.

Auditor hukum dan regulator, Alma Wiranta, menilai istilah polikrisis dan polikritis dapat menjadi perspektif untuk membaca berbagai persoalan yang berkembang. Menurutnya, derasnya perubahan membuat regulasi menghadapi tantangan untuk mengantisipasi sekaligus mengawasi berbagai fenomena yang muncul.

“Saat ini kita menghadapi polikrisis berupa krisis ekonomi, krisis pangan, krisis iklim, krisis sosial, semuanya datang bersamaan. Tapi di sisi lain muncul juga pemikiran transparansi polikritis agar banyak kritik, banyak suara, banyak harapan dari masyarakat untuk mencari solusi,” ujar Alma Wiranta saat menerjemahkan hasil diskusi tersebut, Kamis (17/9/2026).

Menurut Alma, situasi tersebut secara tidak langsung memperlihatkan karakter bangsa dan kepemimpinan dalam menghadapi tekanan. Krisis tidak cukup dijawab hanya dengan membuat aturan, sementara kritik publik juga tidak cukup jika berhenti pada penyampaian keluhan.