Sinergi KOLABORASI : PT RPN Bersama BPDP dan Ditjenbun Bina Pekebun Sawit Sumatera Selatan

DinamikaNews, Palembang– Sebanyak 133 pekebun kelapa sawit asal Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, mengikuti Pelatihan Panen dan Pascapanen Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026 yang diselenggarakan oleh PT Riset Perkebunan Nusantara bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian pada 19-26 Juli 2026 di Hotel The Zuri Palembang.

Pelatihan ini diikuti peserta Angkatan VI, VII, VIII, dan IX yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Muara Enim. Terdiri atas 35 peserta Angkatan VI, 34 peserta Angkatan VII, 32 peserta Angkatan VIII, dan 32 peserta Angkatan IX. Selain pekebun, kegiatan juga diikuti empat penyuluh dari Dinas Perkebunan Kabupaten Muara Enim dan dua penyuluh dari Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan.

Kepala Bagian Usaha Hulu PT Riset Perkebunan Nusantara, Fandi Hidayat, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu menerapkan teknik panen dan pascapanen yang baik di lapangan.

“Pelatihan ini tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga membekali peserta dengan praktik yang benar sehingga produktivitas, mutu hasil, dan efisiensi usaha perkebunan dapat terus meningkat. Kami berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan di kebun masing-masing dan disebarluaskan kepada pekebun lainnya,” ujarnya.

Lebih lanjut Fandi juga menyampaikan apresiasi kepada BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Pemerintah Kabupaten Muara Enim, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya program pengembangan SDM perkebunan tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, Dian Eka Putra, menegaskan bahwa peningkatan kemampuan pekebun dalam bidang panen dan pascapanen merupakan investasi jangka panjang bagi pengembangan perkebunan kelapa sawit rakyat.

Menurutnya, panen merupakan tahapan akhir dalam budidaya tanaman yang sangat menentukan kualitas hasil. Penentuan waktu panen yang tepat, teknik pemanenan yang sesuai standar, hingga penanganan pascapanen yang baik akan berpengaruh langsung terhadap mutu tandan buah segar (TBS) dan nilai jual yang diterima pekebun.

“Pelatihan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi investasi untuk masa depan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Muara Enim. Manfaatkan kesempatan ini untuk menyerap ilmu dari para instruktur, aktif berdiskusi, kemudian menerapkan seluruh pengetahuan tersebut di kebun masing-masing serta membagikannya kepada kelompok tani lainnya,” kata Dian saat membuka pelatihan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Perkebunan Kabupaten Muara Enim, Muslim Budiman, berharap pelatihan ini mampu memberikan manfaat nyata bagi para pekebun, khususnya dalam meningkatkan keterampilan teknik panen dan penanganan hasil panen sesuai standar industri.

“Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan ini para peserta mampu meningkatkan produktivitas kebun, menghasilkan TBS yang lebih berkualitas, sekaligus mendorong pengelolaan usaha perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan di Kabupaten Muara Enim,” ujarnya.

Melalui Program Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026, BPDP bersama Direktorat Jenderal Perkebunan dan PT RPN terus memperkuat kompetensi pekebun sawit rakyat di berbagai daerah. Peningkatan kapasitas teknis di bidang panen dan pascapanen diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas, kualitas hasil, serta kesejahteraan pekebun sawit Indonesia. (TFK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *