Sambo Jadi Tersangka, Judi dan Narkoba Mulai Disoal

Jakarta, Dinamika News –– Pasca ditetapkan Ferdy Sambo sebagai tersangka bersama tiga orang tersangka lain, menggelinding berbagai persoalan. Kematian Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J di Rumah Dinas Ferdy Sambo Duren Tiga terbuka tabir persoalan baru dan menjadi topik hangat.
Sebelumnya, Bareskrim Mabes Polri enggan membuka motif pembunuhan yang dilakukan mantan Kadiv Propam  Polri. Motif pembunuhan Brigadir J itu bukan untuk konsumsi publik.
Informasi diperoleh lewat kanal YouTube istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan tujuh ajudannya positif menggunakan narkoba. Kini publik mendesak agar isteri Ferdy Sambo Putri Candrawathi, untuk segera mengklarifikasi keterlibatan terkait hal itu.
Putri Candrawathi sempat muncul dihadapan publik mengunakan  baju batik dan bermasker saat menjenguk Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob Klapa Dua Depok Minggu, 7 Agustus 2022. Kemunculan itu menuai kritikan pedas dan publik berspekulasi di perankan seorang pengacara.
“Saya yakin itu bukan istrinya Ferdy Sambo,” kata Kamaruddin dikutip dari tayangan TV One, Selasa (9/8/2022).
Menurut Kamaruddin, sosok yang datang ke Mako Brimob itu, jauh  berbeda dengan foto foto Putri yang banyak beredar di media sosial. “Ibu putri itu cantik, bersahaja, seperti artis, cantik dan bersih,” kata Komaruddin.
Kematian Brigadir J menyeret sederet nama mulai dari Polisi hingga para ajudan Ferdy Sambo termasuk Putri Candrawathi, terus menggelinding dan menjagi soal baru. Ditenggarai ada kasus turunan lain yang menjadi perhatian serius seperti judi dan narkoba.
Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso bersuara lantang menyebutkan ada 4 motif terbunuhnya Brigadir J. Kematian Yosua atau Brigadir J berkaitan erat dengan persoalan seksual dan terkait perjudian.
Sugeng meyebutkan kematian Brigadir J berhubungan dengan praktik perlindungan perjudian dan peredaran narkoba oleh oknum di Kepolisian.
“Ada 4 (motif) itu kan sudah 3 (motif) disebutkan Pak Mahfud (Menko Polhukam) dan 1 (motif) informasinya terkait soal seksual. Tapi yang seksual tidak mau saya buka karena ini tentang aib,” tuturnya.
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, terkait pembunuhan Brigadir J berjumlah 16 orang Polisi atau bertambah 4 orang yang sebelumnya 12 orang. Kini mereka ‘diamankan’ di tempat khusus (Patsus). Keempat orang itu, perwira menengah dari Polda Metro Jaya.
“Jumlah 16 orang. 6 Patsus di Mako Brimob dan 10 Patsus di Provost. Semalam ada 4 orang Pamen dari PMJ,” kata Dedi Sabtu (13/8/2022). (Den)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *