Dinamika News, PRINGSEWU – Masih belum meratanya bantuan sosial penanganan covid19 di kabupaten Pringsewu karena minimnya anggaran yang dikelola Dinas Sosial sebagai salah satu stakeholder Gugus Tugas Penanganan covid19 kabupaten Pringsewu.
Bambang Suhermanu ditemui dikantornya, Kamis (25/06/2020) mengatakan bahwa baru tiga kegiatan yang dilaksanakan terkait penanganan dampak sosial covid19 di kabupaten Pringsewu yang dikelola kantornya.
“Pertama kami menyalurkan Cadangan beras pemerintah dengan jumlah seratus ton dengan dasar surat Kemensos No 22 tahun 2019 dan Surat Edaran No 3 tahun 2020 dengan dasar surat itu kita meminta beras cadangan pemerintah dari Bulog dan diperuntukan untuk masyarakat terdampak Covid-19 sebanyak 10 ribu jiwa yang serimonialnya dihadiri Bupati dan Kapolres Pringsewu”, ungkapnya.
Selanjutnya Bambang Suhermanu menjelaskan yang kedua kami diperintahkan untuk menangani dampak covid-19 di pekon Giri Tunggal kecamatan Pagelaran Utara. Dinas Sosial memberikan bantuan dampak covid-19 sejumlah 55 Kepala Keluarga dengan nominal kurang lebih 600 an perkepala keluarga dalam bentuk paket sembako.
Mereka yang mendapatkan bantuan adalah yang berjarak 100 meter dari rumah pasien covid19 karena mereka masuk dalam Isolasi. Selanjutnya kami Dinas Sosial diperintahkan memberikan tali asih kepada mereka yang terdampak covid19 dari rekan-rekan Media dan disalurkan oleh pihak protokol dan humas kabupaten Pringsewu. Secara keseluruhan dana penanganan covid19 yang dikelola oleh Dinas Sosial kurang lebih 95 juta.
Menanggapi kecilnya anggaran tersebut ketua Pospera kabupaten Pringsewu Bennur DM mengatakan seharusnya pemerintah kabupaten Pringsewu lebih memperhatikan lagi masyarakat terdampak covid-19.
“Gugus Tugas penanganan covid-19 kabupaten Pringsewu seharusnya dapat lebih besar lagi memberikan anggaran untuk masyarakat terdampak covid19″, selain itu perlu diperjelas berapa persen anggaran yang dipotong dari dinas-dinas dan OPD dan pemanfaatnya untuk penanganan covid19, Kami dari Posko Perjuangan Rakyat (POSPERA) kabupaten Pringsewu akan terus mengali informasi tentang pengunaan anggaran covit 19,” pungkas Bennur.
( Tiem )











