Polisi Tindak Tegas Pemilik Villa Kawasan Puncak Adakan Acara Berkumpul

Dinamika News, Bogor– Kepolisian Resort Bogor akan sisir jalur Kawasan Puncak. Polisi akan  bersikap tegas terhadap pemilik vila, yang  berbuat acara berkumpul. Tanpa dasar, akan dibubar paksa, kecuali kegiatan sosial. 
“Kegiatan melibatkan masyarakat dalam jumlah banyak, selain untuk kemanusiaan, kita akan bubarkan,” kata Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy saat bersama Bupati Bogor, Komandan Kodim 0621 Kabupaten Bogor Letkol (Inf) Harry Eko Sutrisno, di Pos Polisi Gadog, kemarin.
Roland menyebutkan, tindakan pembubaran tidak akan dilakukan jika  kegiatan kemanusiaan. Misalnya, kegiatan sekumpulan para dokter bersifat mendesak. 
“Kita tetap melakukan pengawasan dan menghimbau agar tetap melaksanakan  physical distancing,” tuturnya. 
Roland menegaskan Polres Bogor menyiapkan personel untuk pengaman. Mulai proses pengukuran suhu tubuh, dan membatasi orang yang masuk maupun keluar dari lokasi vila di kawasan tersebut.
Polisi juga akan bersikap tegas terhadap kerumunan orang yang berkumpul di lokasi rumah makan dan nongkrong di jalan dan lokasi kedai kopi.
“Semua daerah Bogor kita menghimbau paling tidak kalau mau beli makanan, silahkan, tetapi dibawa pulang, untuk duduk disana ngopi-ngopi kita imbau jangan dilakukan untuk saat ini. Kita menjaga mencegah virus corona ini tidak semakin meluas,” jelas Roland. 
Wisatawan Asing Dipulangkan
Pemkab Bogor sudah memulangkan wisatawan asing masuk ke wilayah Puncak Bogor sejak penyebaran virus Corona terdeteksi di wilayahnya. Pemulangan ini agar wisatawan asing tidak menjadi kambing hitam dan penyebab konflik di masyarakat.
“Kemarin dari India tetapi sudah kita keluarkan dan dikembalikan kekedutaan. Hal seperti ini jangan sampai terjadi. Nanti masyarakat jangan saling menyalahkan ketila ada orang luar datang ternyata timbul yang tidak diinginkan akhirnya saling menyalahkan, kita tidak ingin itu terjadi,” kata Bupati. 
Dia mengatakan selain warga India, wisatawan asal Timur Tengah juga sudah dipulangkan ke negara asalnya. 
“Orang timur tengah sudah diambil oleh negaranya masing-masing, sudah dibawa keluar, sudah ada imbauan pemerintah Arab Saudi untuk pulang dan rata rata mereka sudah pulang,” kata Ade. 
Namun demikian, lanjut Ade, masih ada WNA yang dalam pengawasan berstatus Imigran. Mereka yang berasal dari negara konflik itu, kata Ade, tetap mengikuti aturan pemerintah agar berada di rumah. (Den/Nan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *