Dinamika News, Bogor– Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Bogor dilaksanakan 29 Agustus 2020 mendatang terancam batal di gelar.
Hal itu terjadi, mulai adanya kekisruhan di internal partai, diduga kuat dipicu adanya upaya pengurus DPD mengganjal kandidat orbitan kelompok tertentu dalam Musda pemilihan pimpinan partai periode berikutnya.
“Saya sebagai pengurus kok, tidak dilibatkan, sehingga transparasi dan pelanggaran aturan terus terjadi,” kata Wakil Ketua Partai Golkar, Berry Harri Murti pada wartawan, Kamis (20/8/2020).
Menurutnya, bila sikap tak terpuji tersebut, dijalankan serta dipelihara dapat mengancam terselenggaraan Musda untuk memilih pimpinan partai. Tak hanya itu kata Berry pola ini dapat menghancurkan masa depan partai berlambang pohon beringin.
Berry menegaskan, bila tidak ada campur tangan DPD Jawa Barat maupun DPP Pusat, khawatir akan terjadi keributan masal antar pendukung. “Ini dapat memburuk dan mempermalu serta mengancam anti pati masyarakat pemilih militan partai Golkar,” ungkap Berry.
Terpisah, Ketua Bapilu Partai Golkar Kota Bogor, Cacuk Suparta menyebut, langkah arogan yang diterapkan pengurus DPD, menimbulkan keanehan dan keganjilan serta mengundang kecurigaan. Langkah prontal yang dijalankan tak lepas dari pengkondisian terselubung jelang Musda.
“Pengkondisian yang dirancang oknum tertentu itu, tak hanya merusak Musda itu sendiri, tapi dapat mengarah pada pencidraan terhadap nilai demokrasi yang dibangun partai Golkar selama ini,” kata Cacuk.
Cacuk menilai banyak pengurus DPD Golkar yang tidak dilibatkan dalam kepanitiaan Musda. Justru penempatan personel diluar pengurus DPD Golkar, akan menimbulkan kecurigaan dan kecemburuan, tujuannya apa. “Motifnya apa kan ini Musda, pasti ada tujuan terselubung dibalik ini semua”, ungkap Cacuk.
Namun sayang, Heri Cahyono Sekretaris DPD Gollkar Kota Gogor saat diminta tanggapannya lewat WA dan telp belum berhasil tersambung. dan WA sudah cek lis dua, tapi tidak menjawab. (Den/Nan)












