![]() |
| Plaza Dewi Sartika Kota Bogor |
DinamikaNews, Jakarta – Direktur HERO Hardianus Wahyu Trikusumo mengungkapkan, keputusan menutup operasi Giant di bawah naungan PT Hero Supermarket Tbk (HERO) mulai Juli 2021. Sebagai respons cepat dan tepat dari perusahaan untuk beradaptasi terhadap perubahan dinamika pasar.
Fenomena ini terjadi di pasar global. Kondisi ini bisa jadi sebuah indikasi, bahwa masyarakat mulai meninggalkan pasar dengan format besar seperti supermarket.
Patrik Lindvall Presiden Direktur HERO, dalam penjelasan sebelumnya menegaskan kinerja keuangan bisnis ritel groser HERO terus terkena dampak secara signifikan akibat pandemi Covid- 19.
Pembatasan sosial yang ketat, larangan perjalanan domestik dan pemberlakuan pembatasan-pembatasan yang ketat di pusat perbelanjaan/mal, mengubah pola belanja pelanggan secara substansial dan mengurangi jumlah kunjungan.
“Hal ini mempengaruhi kinerja hypermarket sebagai destinasi belanja dalam format besar di pusat perbelanjaan/mal dan area toko-toko Giant berada,” katanya
Sementara Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah, mengungkapkan alasan di balik tutupnya ritel-ritel termasuk Giant.
“Selama pandemi Covid-19, customer nggak ingin lama-lama berbelanja, di masa Covid-19 menurunnya sangat drastis,” kata Budihardjo Iduansjah, Minggu (30/5/2021).
“Ke depan semacam tren bahwa orang maunya yang simpel-simpel saja, nggak mau gede-gede atau yang gampang parkirnya, nggak usah banyak ketemu orang sentuh-sentuhan dan sebagainya,” kata Budihardjo.
Budihardjo mengatakan, sebelumnya ada tanda tanda Giant ritel mulai goyang bahkan terjadi sebelum pandemi Covid-19. Dikarakan, pada Juli 2019, Giant menutup 6 gerainya dengan alasan efek perubahan gaya berbelanja masyarakat.
“Hero sempat menutup Giant Margo, City Depok, Jawa Barat serta Giant Kalibata, Jakarta Selatan,” katanya. (Den)











