Dinamika News, PRINGSEWU – Rumah singgah penanganan Covid 19 kabupaten Pringsewu yang menggunakan bekas rumah sakit umum lama jauh dari kesan seram dan menakutkan. Rumah singgah yang menyediakan 13 tempat tidur dan fasilitas pendukung lainnya itu nampak sejuk dan nyaman dalam balutan cat putih dan dinding pembatas dari seng.
Rahmat Apriyanto seorang supervisor yang ditugaskan dirumah singgah penanganan Covid 19 kabupaten Pringsewu ketika dikonfirmasi terkait kesiapan rumah singgah,. Sabtu (13/6/2020) menjelaskan bahwa rumah singgah tersebut ada empat orang tenaga dokter dan delapan perawat.
“Pasien-pasien yang diduga Covid19 harus ada rujukan dari puskesmas atau rumah sakit, pasien yang ditangani disini adalah pasien OTG (Orang Tanpa Gejala) maupun PDP (Pasien Dalam Pemantauan) yang masih ringan”,terang Rahmat Apriyanto.
Selanjutnya akan diadakan tindakan isolasi selama 14 hari atau tergantung keadaan pasien. Ketika mereka dirawat disini oleh tim, makan minum sudah menjadi tanggung jawab dari rumah singgah. Pasien yang akan dirawat harus melalui protokol kesehatan, minimal satu jam sebelumnya sudah menghubungi tim melalui nomor kontak yang ada. Selanjutnya kami akan menyiapkan tim baik keamanan maupun kesehatan berpakaian APD (Alat Pelindung Diri) lengkap.
Rahmat juga menjelaskan bahwa sampai hari ini ada satu pasien PDP yang sedang dalam perawatan dan masa isolasi.
“Yang jelas masih diduga dan sudah dirapid tes hasilnya reaktif dan akan dilakukan pemeriksaan swab untuk menentukan positif atau tidaknya Covid19”, tutupnya.
Sementara itu juru bicara Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid 19 kabupaten Pringsewu dr. Nofli Yurni ketika dikonfirmasi via WhatsAppnya terkait hasil Swab menjawab dengan singkat “belum”. (Ben)












