BOGOR — Rangkaian Festival Merah Putih (FMP) 2026 resmi berakhir dengan sukses. Memasuki tahun pelaksanaan ke-11, festival tahunan di Kota Bogor ini tidak hanya mencatatkan kenaikan jumlah peserta dan pengunjung secara signifikan, tetapi juga terbukti memberikan dampak ekonomi nyata serta menjadi ruang regenerasi bagi generasi muda.
Dampak positif FMP 2024 terhadap geliat perekonomian lokal mendapat apresiasi penuh dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bogor.
Ketua KADIN Kota Bogor, Arwinsyah Putra menilai konsistensi FMP yang telah terjaga selama lebih dari satu dekade ini merupakan modal sosial dan ekonomi yang sangat berharga bagi daerah.
Menurut Arwinsyah, kolaborasi lintas sektor yang mengintegrasikan atraksi budaya, pariwisata, hingga pemberdayaan UMKM lokal, seperti produk kopi khas Bogor mampu menggerakkan roda ekonomi kota secara nyata, yang tercermin dari peningkatannya pada sektor perhotelan, restoran, dan jasa travel.
“Ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan wujud nyata gotong royong seluruh elemen warga dan dunia usaha. Pergerakan ekonominya sangat terasa. Kadin mendorong agar model kegiatan penggerak ekonomi dan pariwisata seperti ini dapat terus direplikasi dan dijaga secara konsisten,” ungkap Arwinsyah usai kegiatan penaikan bendera merah putih di Tugu Kujang Bogor, Senin 31 Agustus 2026.
Di tempat yang sama, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bogor, Sunaryana, mencatat adanya lonjakan mobilitas wisatawan penggunana jasa transportasi travel menuju Kota Bogor selama FMP berlangsung.
Bergabungnya Organda sebagai Anggota Luar Biasa (ALB) Kadin Kota Bogor diharapkan dapat memperkuat sinergi tata kelola transportasi dan titik-titik konektivitas wisata di masa mendatang.
“Kegiatan FMP ini sangat efektif dalam membangkitkan rasa nasionalisme lintas generasi sekaligus mendongkrak sektor pariwisata dan transportasi. Ke depan, kami siap berdiskusi lebih mendalam bersama Kadin dan panitia FMP untuk mengoptimalkan potensi pemetaan titik wisata dan integrasi transportasi di Kota Bogor,” kata pria yang akrab disapa Yana ini.
Sementara, perwakilan FMP, Harlan Bengardi, menyatakan rasa syukur atas kelancaran seluruh prosesi kegiatan yang ditutup pada rangkaian upacara dan penurunan bendera. Harlan menyoroti lonjakan partisipasi masyarakat yang cukup masif pada berbagai agenda utama FMP tahun ini.
“Kami melihat banyak peningkatan di tahun ke-11 ini. Sebagai contoh, Festival Kopi Legendaris yang tahun lalu menarik 15.000 pengunjung, tahun ini meningkat menjadi 20.000 pengunjung dengan total perputaran transaksi mencapai Rp250 juta selama tiga hari penyelenggaraan. Begitu pula dengan Kirab Merah Putih, jumlah peserta melonjak tajam dari sekitar 2.000 orang pada tahun lalu menjadi 3.400 orang tahun ini,” ujar Harlan.
Selain peningkatan angka partisipasi dan transaksi ekonomi, Harlan menegaskan keberhasilan vital FMP 2026 terletak pada proses regenerasi kepemimpinan acara. Sekitar 60 persen operasional dan manajemen seluruh rangkaian acara tahun ini dikelola secara mandiri oleh lebih dari 100 relawan generasi muda (Gen Z). Langkah ini dinilai sebagai fondasi penting untuk menjamin keberlanjutan FMP di masa depan sekaligus memupuk jiwa nasionalisme generasi penerus.
“Faktor keberhasilan utama suatu kegiatan atau organisasi adalah regenerasi. Kami ingin membuktikan bahwa anak-anak Gen Z memiliki rasa cinta tanah air dan semangat nasionalisme yang tinggi. Kami berharap FMP terus memberikan dampak positif yang signifikan bagi Kota Bogor dan sekitarnya, serta mampu memberikan wawasan positif agar anak muda terus optimis melihat potensi besar bangsa Indonesia,” tambah Harlan. (SHT)






