![]() |
| Walikota Bogor Bima Arya (ketiga dari kanan), Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim (kiri) Ketua Panitia Muzzakir (tengah) |
Dinamika News, Bogor – Warga Aceh yang berdomisili di Bogor perkenalkan budaya dan kuliner Aceh melalui Festival Budaya Aceh selama sehari di Plaza Wali Kota Bogor, Sabtu (19/10). Ada sekitar 40 stand kuliner yang diperkenalkan kepada masyarakat.
Pembukaan Festival Budaya Aceh tersebut ditandai dengan pertunjukan Rapa’i Pasee, didong Pegayon. Festival diisi dengan pentas seni, lomba sie itek, pameran kerajinan, dan bazar kuliner khas Aceh.
Acara Festival tersebut terlihat istimewa saat dibuka dengan lomba masak mie Aceh yang pesertanya Walikota Bogor Bima Arya, Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim, Kepala Dinas Pariwisata Shahlan Rasyidi dan ketua panitia Festival Muzzakir.
Ketua Panitia Festival Budaya Aceh, Muzakkir mengatakan bahwa Festival Budaya Aceh ini bertujuan untuk mengembangkan ide, membangun peradaban melalui seni dan budaya. Selain itu, acara ini bertujuan untuk mengenalkan budaya aceh kepada masyarakat khususnya generasi muda Aceh yang telah lahir di perantauan.
“Acara ini sangat perlu kembambangkan, apalagi anak anak kami yang lahir di perantauan harus diberikan pengenalan kuliner dan seni budaya leluhurnya,” ungkap Muzzakir.
Muzzakir berharap, dengan terlaksanakannya Festival Budaya Aceh ini, dapat merekatkan hubungan antara Pemerintah Aceh, Pemkot Bogor dan masyarakat Aceh di perantauan. Selain itu, kegiatan ini juga ingin menunjukkan kepada semua pihak, bahwa masyarakat Aceh adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Nusantara yang merupakan satu kesatuan utuh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pungkasnya.
Reporter: Iran






