DinamikaNews, Bogor - “Speak with Confidence!” menjadi semangat yang mewarnai rangkaian Pelatihan Bahasa Inggris untuk Public Speaking yang diselenggarakan oleh IPB Training bekerjasama dengan BRMP pada 29 September hingga 1 Oktober 2026. Selama tiga hari, para peserta tidak hanya belajar bahasa Inggris, tetapi juga ditantang untuk berani berbicara, menyampaikan ide, merespons situasi secara spontan, berdiskusi, hingga tampil melakukan presentasi di hadapan peserta lainnya.
Dengan pendekatan pembelajaran yang interaktif dan berbasis praktik, pelatihan dirancang untuk membawa peserta melalui sebuah proses, dari berani membuka percakapan hingga percaya diri menyampaikan gagasan secara profesional. Dari, “Hello” hingga Berani Berbicara Perjalanan peserta dimulai pada Selasa, 29 September 2026, melalui kegiatan pembukaan di Auditorium Ir. Sadikin Sumintawikarta yang berlangsung pukul 13.00–13.30 WIB. Rangkaian pembukaan diisi dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars BRMP, pembacaan doa, sambutan, serta foto bersama.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi motivasi bersama Rachmad sebelum peserta melakukan mobilisasi menuju kelas masing-masing. Setibanya di kelas, peserta, pengajar, dan panitia melakukan sesi perkenalan untuk membangun l suasana belajar yang lebih akrab dan nyaman. Memasuki pembelajaran bersama Mr. Denis, peserta langsung dihadapkan pada tantangan sederhana namun penting dalam public speaking, memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris. Melalui materi “Let’s Talk About You, Introducing Yourself with Confidence”, peserta diminta memperkenalkan diri dan berinteraksi dalam kelompok. Aktivitas tersebut menjadi langkah awal untuk membangun keberanian berbicara dan menghilangkan keraguan ketika menggunakan bahasa Inggris di hadapan orang lain.
Dari sekadar menyebutkan nama dan asal, peserta kemudian diajak mengembangkan kemampuan berbicara melalui materi “Habits, Routines dan Lifestyle, Speaking Beyond Basic Answers. ”Peserta berbagi cerita mengenai hobi, rutinitas pekerjaan, serta pengalaman menggunakan bahasa Inggris. Disinilah peserta mulai didorong untuk tidak berhenti pada basic answer, tetapi mengembangkan jawaban menjadi percakapan yang lebih panjang, natural, dan bermakna.
English for Real Workplace Conversations Kemampuan berbicara kemudian dibawa lebih dekat dengan kehidupan profesional melalui materi, “My Work, My Time, Job Responsibilities dan Time Management”. Peserta menceritakan tanggung jawab pekerjaan, workflow, hubungan dengan atasan, serta berbagai dinamika yang mereka hadapi di lingkungan kerja. Diskusi juga berkembang pada topik time management dan stress management, sehingga peserta dapat berlatih menggunakan bahasa Inggris untuk membicarakan situasi yang benar-benar mereka alami. Sesi ini menjadi contoh bagaimana bahasa Inggris digunakan bukan sekadar sebagai materi pembelajaran, tetapi sebagai alat untuk menyampaikan pengalaman, menjelaskan pekerjaan, dan mengomunikasikan pemikiran secara profesional.
Speak Clearly, Think Quickly memasuki hari kedua, tantangan komunikasi peserta semakin meningkat. Pada materi “Giving Instructions, Directions dan Explaining Processes”, peserta berlatih memberikan instruksi, menjelaskan arah, serta menyampaikan sebuah proses secara runtut. Berbagai quiz, permainan, describe activity, tongue twister, dan latihan bahasa membuat peserta terus aktif berbicara sekaligus melatih ketepatan grammar dan pronunciation. Kemampuan komunikasi kemudian berkembang dari sekadar berbicara menjadi berdiskusi dan menyampaikan pendapat melalui materi “Professional Discussions: Agreeing, Disagreeing dan Clarifying”. Melalui permainan Would You Rather, What If Session, hingga roleplay, peserta dihadapkan pada berbagai situasi komunikasi yang membutuhkan kemampuan untuk menyetujui, menyanggah, memberikan pendapat, dan meminta klarifikasi dengan tetap menggunakan bahasa yang sopan dan profesional.
Sebanyak 12 kelompok mengikuti simulasi dengan berbagai skenario, termasuk interaksi antara client dan office worker. Peserta juga berdiskusi mengenai berbagai isu seperti pertanian di Indonesia, ketahanan pangan dan hutan, regenerasi petani, serta dukungan dan subsidi. Aktivitas tersebut memberikan pengalaman bagi peserta untuk menggunakan bahasa Inggris dalam membahas topik pekerjaan maupun isu yang lebih kompleks. Meet, Listen, and Learn from a Native Speaker Pengalaman berkomunikasi kemudian diperluas melalui “Sharing Session with Native Speaker” bersama Mr. Tracy. Dalam sesi ini, Mr. Tracy berbagi pengalaman perjalanannya mengunjungi 33 negara. Peserta kemudian mendapatkan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan berinteraksi secara langsung. Bagi peserta, sesi ini menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan listening sekaligus membangun keberanian berkomunikasi dengan penutur asli. Lebih dari itu, interaksi tersebut membuka ruang bagi peserta untuk mendapatkan perspektif mengenai pengalaman lintas budaya.
Think on Your Feet, No Script, Just Speak salah satu tantangan yang menguji keberanian peserta hadir melalui materi “Think on Your Feet, Spontaneous Speaking.” Dalam sesi Spontaneous Presentation, peserta diminta mendeskripsikan gambar selama satu menit berdasarkan kata kunci atau topik tertentu. Tidak ada naskah panjang yang dapat dibaca. Peserta harus berpikir, menyusun ide, dan berbicara dalam waktu yang terbatas. Aktivitas ini menjadi latihan penting untuk membangun responsiveness, fluency, dan kemampuan berpikir cepat ketika menghadapi pertanyaan atau situasi yang tidak sepenuhnya dapat diprediksi.
From Speaking to Presenting, Hari ketiga menjadi puncak perjalanan peserta. Setelah dua hari berlatih berbicara, berdiskusi, melakukan simulasi, dan merespons berbagai situasi, peserta akhirnya mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka melalui Individual Presentation. Urutan tampil ditentukan secara acak menggunakan spin wheel, sehingga setiap peserta harus siap tampil kapan pun mendapat giliran. Setelah sempat dijeda untuk coffee break, sesi presentasi kembali dilanjutkan hingga seluruh peserta mendapatkan kesempatan untuk berbicara.