PT. Triton Manufactures Produsen Benang Bedah Nasional, Bersetifikat Halal Berkomitment Membangun Kemandirian Alat Kesehatan

DR. dr. Nurdin Perdana SKM  dan Mario Apriliansyah, ST, MT, MM menjelaskan tentang produk PT. Triton Manufactures kepada wartawan, Rabu (2/11/202.

Bogor, Dinamika News — Menyambut Hari Kesehatan
Nasional 2022, PT. Triton Manufactures Produsen
Benang Bedah Nasional pertama di Indonesia yang telah bersertifikat halal, berkomitment  membangun kemandirian alat kesehatan (alkes)
di Indonesia. Selain itu PT. Triton Manufactures perusahan 100 persen Indonesia
telah
memenuhi aspek aman, bermutu, dan bermanfaat melalui ISO 13485:2016 dan sertifikasi cara produksi alat kesehatan yang baik
(CPAKB) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Hal itu dijelaskan Manajemen PT. Triton Manufactures, Mario Apriliansyah, ST, MT, MM didampingi DR. dr. Nurdin Perdana SKM saat menggelar acara silaturahmi dan jumpa pers bersama
wartawan dengan jajaran
PT. Triton Manufactures di Bogor Indo Kawasan Industri Sentul, Rabu (2/11/202.

Mario Apriliansyah mengungkapkan Event Hari Kesehatan
Nasional 2022,
diselenggarakan
oleh Kementerian Kesehatan di
Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD pada 3-5 November 2022, salah satu
diskusi yang menarik untuk disimak pada event tersebut adalah diskusi terkait “
Kemandirian Alat Kesehatan Nasional sebagai Pilar Kesiap siagaan Darurat
Kesehatan Nasional ”, yang diselenggarakan pada Kamis 3 November 2022 Pukul
13:35 – 14:05, dengan menghadirkan narasumber para pakar di Bidang Bencana
yaitu Prof.  DR. dr. Aryono D Pusponegoro
Sp.B (K) BD, FCSI, FRCSEd (Ad Hom) dan DR. dr. Nurdin Perdana SKM.

Diskusi ini mengajak kita untuk melihat fakta sejarah
terkait diperlukannya sebuah sistem kesiapsiagaan darurat kesehatan nasional,
yang mana diperlukan penguatan pada salah satu pilar yaitu kemandirian alat kesehatan.

Pandemi covid 19 telah mengajarkan dunia dan Indonesia,
bahwa kesehatan merupakan salah satu prioritas utama ketahanan yang harus
dibangun oleh suatu negara. Pandemi mengakibatkan terjadinya krisis
multidimensi disemua sektor terutama sektor pelayanan kesehatan. Masyarakat
Indonesia sudah mengalami terjadinya kelangkaan dalam ketersediaan sarana pelayanan
kesehatan, sediaan farmasi serta alat kesehatan. Kepanikan dalam mencari masker,
hand sanitizer, thermometer, ventilator dan alat kesehatan lainnya. Bagi Indonesia
menghadapi kondisi kelangkaaan ketersediaan sediaan farmasi dan alat kesehatan
saat pandemi bukanlah pelajaran pertama, Indonesia pernah mengalami krisis
multi dimensi pada tahun 1998.

Krisis Politik Srilanka 2022,
hampir serupa dengan krisis di Indonesia tahun 1998, di Srilanka yang merupakan
negara kepulauan di Asia Selatan, yang mayoritas pendapatannya berasal dari
pariwisata, namun akibat terjadinya pandemi maka perekonomian merosot dan
terjadi gagal bayar (default) sehingga terjadi krisis ekonomi dan krisis
politik yang berujung pada terjadinya huru-hara, dengan ketiadaan impor alat
kesehatan dan banyaknya korban luka trauma, maka pemerintah Sri Lanka
mengajukan permintaan farmasi dan alat kesehatan kepada Pemerintah Republik
Indonesia termasuk benang bedah. Atas permintaan tersebut PT Triton
Manufactures mengirimkan bantuan kemanusiaan sebanyak 189.697 unit benang bedah
pada bulan April 2022.

Krisis Indonesia 1998, menyebabkan kekosongan stock alat kesehatan di pusat
pusat layanan kesehatan karena ketergantungan tinggi pada barang import.
Sementara itu terjadinya huru-hara politik pada saat itu, yang menyebabkan
terjadinya kekacauan dan kerusuhan, sehingga mengakibatkan pasien dengan luka
trauma mengalami peningkatan yang sangat signifikan dalam waktu singkat, hal
ini menyebabkan para tenaga Kesehatan harus segera mencari jalan keluar darurat
untuk mengatasinya, termasuk menggunakan benang pancing untuk menjahit luka. K
eterpurukan
akibat krisis multi dimensi di Indonesia pada tahun 1998 tersebut, berdampak
pada kenaikan harga alat-alat kesehatan hingga 5-6 kali lipat dari harga
sebelumnya dan ketersediaan alat kesehatan juga menjadi langka. Karena
kelangkaan tersebut terpaksa alat kesehatan dipakai berulangkali (reuse).
Kondisi ini memberi gambaran turunnya kualitas pelayanan kesehatan.
Peristiwa ini mendorong kesadaran praktisi alat
kesehatan, untuk mewujudkan kemandirian alat kesehatan terutama benang bedah
melalui produksi nasional yang memenuhi aspek keamanan, bermutu dan bermanfaat.
Berlatar
belakang kondisi tersebut menjadi pencetus pendirian pabrik PT Triton
Manufactures yang dirintis sejak tahun 2011, kemudian diresmikan sebagai pabrik benang bedah nasional pertama di Indonesia oleh
Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, Sp.M(K)  pada tahun 2015.

Proses produksi benang bedah PT. Triton Manufactures 

PT. Triton Manufactures merupakan pabrik benang bedah nasional pertama
dengan teknologi tinggi yang mampu memenuhi kebutuhan benang bedah dan alat
kesehatan sekali pakai sesuai standar rumah sakit di Indonesia dengan 11 Jenis benang
bedah yang memiliki ijin edar AKD sejak 2015. Pabrik PT. Triton Manufactures
yang menempati lahan seluas 12.500 M2
di
Kawasan Industri Sentul, Jawa Barat
.

Triton berkomitmen untuk membantu pemerintah
menghadapi Indonesia Sehat 2025, dengan mengutamakan kepuasan pelanggan dan
senantiasa memberikan pelayanan terbaik melalui upaya :

  1. Menciptakan
    dan mengembangkan produk alat kesehatan yang 
    inovatif dengan kualitas terbaik dan harga yang
    kompetitif.
  2. Menjadi
    perusahaan 
    terpercaya di industri
    kesehatan dengan menghasilkan produk-produk berkualitas yang mampu membantu
    proses kerja tenaga ahli kesehatan dan memperbaiki kualitas penyembuhan pasien.
  3. Membangun
    dan mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjadikannya
    sebagai 
    mitra kerja dalam meningkatkan
    kualitas hidup pasien.

Kualitas adalah prioritas utama, sehingga sejak tahun 2016
PT Triton Manufactures telah memperoleh
ISO 13485, serta Sertifikasi Halal.
Sertifikat Halal ini merupakan syarat untuk mendapatkan ijin
pencantuman label halal pada kemasan produk dari instansi pemerintah
yang berwenang. Hal ini tentunya akan memberikan rasa aman bagi pasien yang
harus memenuhi persyaratan kewajiban agamanya.

Mutu Produk dijamin melalui Sertifikasi
Proses Produksi, dimana Triton telah mendapatkan Sertifikasi CPAKB, yang
merupakan suatu sertifikasi yang dikeluarkan dari
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai acuan bagi sarana produksi
alat kesehatan untuk dapat menerapkan sistem manajemen mutu dalam pemb
uatan
alat kesehatan.

Kolaborasi inovasi penelitian, PT
Triton Manufactures senantiasa terus
membangun komitmen menuju kemandirian bangsa di bidang Alat Kesehatan dengan menggunakan
bahan baku dalam negeri. Untuk mengubah sumber daya alam dalam negeri menjadi
bahan baku diperlukan pengembangan teknologi dan berbagai penelitian, sehingga
sesuai dengan arahan pemerintah bahwa penelitian diharapkan  dilakukan bersama (Kolaborasi) antara
Industri dengan Institusi penelitian. Untuk itu PT Triton Manufactures menjalin
kerjasama dengan beberapa lembaga penelitian, asosiasi dan universitas untuk
melakukan beberapa penelitian yang sudah diterbitkan di jurnal international.

Triton Award sebagai bentuk tanggung
jawab sosial kemasyarakatan (Corporate Social Responsibility / CSR) dilakukan
secara berkelanjutan, bertujuan untuk memacu para tenaga kesehatan dalam meningkatkan mutu pelayanan
serta melakukan inovasi di bidang kesehatan, manajemen, produk jasa maupun
peralatan/ sarana/ prasarana guna menghadapi era globalisasi, serta bertujuan
untuk :

  • Memberikan
    nuansa baru bagi pelayanan prima di kamar bedah di Indonesia
  • Meningkatkan
    daya saing dan kinerja tenaga kesehatan di Indonesia.
  • Melakukan
    sharing ide dan pembelajaran diantara para tenaga kesehatan  kamar bedah di Indonesia.

Kemandirian produksi benang bedah nasional, yang
telah memenuhi aspek Aman, Bermutu, dan Bermanfaat melalui ISO 13485:2016, Sertifikasi HALAL BPJPH dan
Sertifikasi Cara Produksi Alat Kesehatan yang Baik (CPAKB), memerlukan dukungan
dari seluruh pemangku kepentingan untuk terus dapat berkontribusi bagi Negara
Republik Indonesia dan sebagai persiapan apabila terjadi Darurat Kesehatan
Nasional akibat bencana alami, bencana buatan manusia / non alam, bencana sosial,
ataupun serangan terhadap Ketahanan Kesehatan Nasional. (Nan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *