PT INKA Tawarkan Tiga Opsi Biaya Operasional Trem

Dinamika News, Bogor—Perusahaan manufaktur kereta api milik negara, PT Industri Kereta Api atau PT INKA (Persero) tawarkan, moda transportasi massal berbasis rel pada Pemkot Bogor. Karena Pemda, akan menerapkan sistem transportasi jenis trem di Kota Bogor.
“Jika rencana itu terwujud, maka Kota Bogor menjadi kota pertama di Indonesia yang mengaplikasikan moda transportasi massal berbasis rel jenis Trem. Untuk itu PT INKA mencoba menawarkan trem kepada Pemkot Bogor, yang berencana membangun sarana dan prasarana moda transportasi jenis Trem”, kata Direktur Teknologi dan Komersil PT INKA, Agung Sedaju di Balaikota Bogor, Jumat (27/9/2019).
 
Menurutnya, setiap kota butuh tapi belum ada yang benar-benar punya keinginan kuat,untuk membangun moda transportasi untuk mengatasi hiruk pikuk kemacetan yang terjadi setiap hari. Agung mengatakan kondisi kontur tanah dan lebar jalan di Kota Bogor memungkinkan untuk diterapkannya trem. “Trem tidak membutuhkan jalur khusus untuk berjalan di tengah pusat kota”, tutur Agung.
Dikatakan, penggunaan Trem jauh lebih mudah, karena tidak harus pisah kan, jalan Trem bisa dilewati jalan kendaraan biasa, 10 meter cukup, enam meter juga cukup, tergantung bagaimana mengelola antara penyampuran trem dan kendaraan umum.
Namun demikian Pemkot Bogor harus menyiapkan lahan yang cukup luas untuk pembangunan Stasiun Trem, Depo Trem, serta rel lintasan trem di pusat kota. Agung juga menjelaskan, dana yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur trem pun tidak main-main, karena dibutuhkan dana kurang lebih sekitar Rp 100 miliar.
 
“Ya sekitar Rp 100 miliar untuk infrastruktur itu belum termasuk trem satu trainset trem Rp 7,5 miliar,” katanya.
PT INKA menawarkan tiga opsi pilihan, jika pemerintah Kota Bogor serius menggunakan moda transportasi trem. Mulai dari pembiayaan atau PT INKA tawarkan tiga opsi diantaranya, pembiayaan di tanggung PT Inka semua, tapi kami yang menarik mengoperasikan tiket,
Atau kata Agung, Pemda ingin mengelola semua, seperti prasarana dan PT INKA keretanya. Tergantung Pemda, kalau PT INKA semua berarti INKA cari untung. “Bila Pemda semua berarti Pemda ingin melayani masyarakat,” tandas Agung. 
(Den/nan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *