DinamikaNews, Bandung – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Barat memperkuat kemitraan dengan insan pers guna mendorong keterbukaan informasi dan meningkatkan kualitas komunikasi publik. Langkah tersebut ditandai dengan kunjungan Kepala Kanwil Ditjenpas Jabar, Yudi Suseno, ke Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang lebih efektif antara jajaran pemasyarakatan dan media, khususnya dalam menyampaikan berbagai informasi mengenai kegiatan serta dinamika di lembaga pemasyarakatan (lapas) kepada masyarakat.

Yudi Suseno menilai, media memiliki peran strategis dalam menjembatani informasi dari institusi pemerintah kepada publik. Karena itu, hubungan yang harmonis dengan organisasi profesi wartawan diperlukan agar informasi mengenai penyelenggaraan pemasyarakatan dapat dipahami secara benar dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Menurutnya, penyampaian informasi yang faktual, akurat, dan berimbang menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan.

Selain memperkuat komunikasi publik, kemitraan dengan PWI juga diharapkan membantu jajaran Ditjenpas dalam mengenali wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik secara profesional. Hal ini penting untuk mendukung kelancaran peliputan sekaligus memastikan prosedur komunikasi dan koordinasi berjalan dengan baik di lingkungan lapas.

Ketua PWI Jawa Barat, Tantan Sulthon, menyambut positif upaya membangun sinergi tersebut. Ia menegaskan, PWI siap menjadi mitra dalam mendukung penyebarluasan informasi yang dibutuhkan masyarakat.

"Kita memiliki kurang lebih 1.000 wartawan yang tersebar di kota dan kabupaten. Kami siap bersinergi," ujar Tantan.

Ia berharap, kerja sama ini tidak berhenti pada pertemuan formal, tetapi berlanjut dalam komunikasi dan koordinasi yang konkret antara jajaran pemasyarakatan dengan wartawan di berbagai wilayah Jawa Barat.

Dengan komunikasi yang terbangun secara berkesinambungan, informasi mengenai kegiatan maupun persoalan yang muncul di lingkungan lapas diharapkan dapat disampaikan secara proporsional, berdasarkan fakta, serta tetap mengedepankan prinsip jurnalistik.