Maksi FEB Usakti Gelar Pelatihan Manajemen dan Akuntansi Pesantren

Bogor, DinamikaNews.id —Tri Dharma Perguruan Tinggi, program studi Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti, melaksanakan kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) pada 6 April 2021 bekerjasama dengan Pesantren Darunnajah.
PKM diikuti beberapa pesantren diantaranya Pesantren Al-Ma’tuq Sukabumi, Pondok Pesantren Tahfizh Al Quds Pekanbaru dan Daarul Ijabah Jambe dan 40 peserta mewakili beberapa pesantren di tanah air.
Pelatihan berupa manajemen tentang pengelolaan pesantren dan Akuntansi dengan menggunakan aplikasi SANtren. Tim PKM diketuai Dr. Rossje V Suryaputri, MM, CMA, Sekretaris Program Studi Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti. 
Adapun anggotanya, Dr. Slamet Wiyono Ak., MBA sekaligus sebagai koordinator konsentrasi Akuntansi Keuangan dan Bisnis Syariah. Prof. Willy Arafah, MM, Syahilul Amri, S.E., M.Ak, pendamping pelatihan Manajemen dan Akuntansi Pesantren. Sementara peragaan aplikasi oleh Arif Hidayat. 
Untuk acara dipandu, Syahilul Amri, S.E., M.Ak., dan Dr. Rossje V Suryaputri, MM, CMA sebagai moderator. PKM  webinar ini merupakan Webinar kelanjutan dari Webinar PKM sebelumnya 29 Juli 2020 lalu. 
Sebelum acara diputar video perkenalan, konsentrasi yang ada di Maksi FEB Usakti. Diantaranya,  pemeriksaan Akuntansi, seperti  Akuntansi Sektor Publik, Perpajakan, Pelaporan dan Manajemen serta Akuntansi Keuangan dan Bisnis Syariah.
Sedangkan lokasi kampus di Mega Kuningan, Kampus F Cempaka Putih, Kampus Grogol dan Kampus Sentul. Sambutan pembukaan oleh Dr. Sekar Mayangsari, Ak., MSi., CA sebagai ketua program studi Magister  Akuntansi Trisakti. 
Sekar Mayangsari mengatakan, salah satu tanggung jawab perguruan tinggi, mengawal agar pengelolaan pesantren menjadi lebih terstruktur dan lebih baik sesuai dengan pedoman akuntansi pesantren yang dirumuskan UU Pesantren dan pedoman akuntansi yang disusun oleh IAI dan di dukung Bank Indonesia. 
Dr. Sekar Mayangsari, Ak., CA., Msi menambahkan, diera revolusi industri 4.0 diharapkan manajer pesantren dapat mengelola pesantren dengan menggunakan basis tekhnologi informasi. Sehingga dapat mewujudkan sebuah tata kelola pesantren mandiri.
Disebutkan, untuk seni mengelola pondok Pesantren dalam perspektif manajemen disampaikan Prof. Willy Arafah, MM. Menurutnya, ditengah kompetisi sistem pendidikan dipesantren merupakan lembaga pendidikan tertua dan bertahan hingga kini. 
Meski, penggiatan keagamaan tidak lagi memadai, untuk pesantren harus proaktif dan memberi ruang pembenahan dan pembaharuan sistem pendidikan pesantren. Yakni apresiatif, selektif dalam menyikapi dan merespons perkembangan dan pragmatisme budaya yang kian menggejala. Antara lain kurikulum, fasilitas dan sarana serta Sumber Daya Manusia (SDM).
Willy Arafah juga menyampaikan kolektif dan Kolegial serta disiplin yang tinggi dikalangan para Santri, menerapkan struktur manajemen dan organisasi yang jelas, membangun semangat Entrepreneurship dikalangan santri. 
Mengembangkan sentra-sentra perekonomian yang Produktif, Menanamkan Sosio Egalitarianisme di kalangan santri, memperkuat penguasaan Epistimologi dan Metodologi serta pengayaan Kurikulum pembelajaran Kompetensi para Santri, menjalin kerjasama dengan berbagai institusi untuk pengembangan Pesantren, Membentuk Tim yang Solid di Internal Pesantren untuk berkembang dan maju hingga lebih baik lagi.
Materi kedua diisi Arif Hidayat, yang menjelaskan tentang aplikasi SanTren, yaitu aplikasi software akuntansi pesantren yang nantinya akan digunakan untuk membantu pengurus pesantren dalam menyiapkan laporan keuangan yang berpedoman ISAK 35. 
Respon  para peserta sangat antusias dan mendukung seluruh acara pelatihan terutama aplikasi SanTren. Dikesempatan tersebut, Tim PKM Maksi memberikan hadiah kepada 10 peserta yang aktif di acara pelatihan dan pendampingan, berupa e-book Panduan Menyusun Laporan Keuangan Pesantren dan Sekolah Islam.
Kedepan Maksi  FEB Trisakti mampu memberikan sumbangsih kepada masyarakat luas melalui pelatihan dan pendampingan akuntansi dengan aplikasi SanTren. Acara diakhiri ditutup oleh Dr Sekar Mayangsari, Ak, CA, MSi. (Den/Nan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *