Dinamika News, Bogor — Setelah 14 orang warga dinyatakan positif tertular virus corona, tepatnya warga di RW. 02 dan RW. 03 Kelurahan Semplak Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor, beberapa waktu lalu. Korban positif kini sedang menjalani isolasi karantina di RSUD Kota Bogor.
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengkonfirmasi untuk klaster Semplak pada Senin (3/8), kasus yang terkonfirmasi positif dari klaster Semplak bertambah 8 orang. Dengan adanya penambahan tersebut, kini klaster Semplak menjadi 22 orang positif Covid-19.
Gugus Tugas Penanggungan Covid-19 Kota Bogor menjelaskan 8 orang yang dinyatakan positif tertular virus covid-19 adalah warga di wilayah RW 02 dan RW 03 Kelurahan Semplak. Kedelapan orang ersebut dijemput oleh petugas gugus tugas covid-19 Kota Bogor dan Dinas Kesehatan, termasuk kader-kader Kelurahan yang sempat menangani 14 orang yang pertama tertular virus covid-19 tempo hari. Ada juga seorang ustadz yang sempat memimpin pengajian atau tahlilan pun dijemput oleh gugus tugas covid -19 Kota Bogor.
Dan kini Semplak menjadi angka positif tertinggi pasien tertular virus – 19 tersebut. Pihak kecamatan Bogor Barat dan Kelurahan Semplak pun akhirnya menghimbau Warga khususnya warga di wilayah RW. 02 dan RW. 03 Desa Semplak agar melakukan isolasi mandiri juga isolasi wilayah demi menjaga wabah tersebut tidak merambah keluar wilayah.
Kini 22 orang warga yang terjangkit virus covid-19 sedang melakukan isolasi karantina di RSUD Kota Bogor dan kemungkinan akan dibawa dan ditangani ke RS Marjuki Mahdi Kota Bogor.
"Semoga Pemerintah setempat dapat cepat menangani kasus covid-19 ini agar wabah virus tidak merambah ke lokasi-lokasi warga tetangga yang tertular virus covid -19 dan yang terjangkitpun semoga lekas diberikan kesembuhan," ungkap Sutaji selaku ketua paguyuban IKGS (Ikatan Keluarga Grab Semplak).
(Wahyu W)






