Hasil Rapid Test Pasar Anyar Bogor, Empat Orang Reaktif Covid-19

Dinamika News, Bogor — Pemerintah Kota Bogor kembali melakukan rapid test masal di Pasar Anyar, Senin (18/5/20). Dari 131 orang yang di rapid test, empat orang dinyatakan reaktif Covid-19.
Dari empat orang yang nyatakan reaktif covid-19 yaitu dua warga Kota Bogor, satu warga Kabupaten Bogor dan satu pengunjung yang datanya masih diperdalam. 
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan Dinas Kesehatan Kota Bogor akan menjadwalkan untuk dilakukan swab test besok. Hal itu untuk memastikan yang status reaktif itu positif atau negatif dari virus yang mematikan tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Dr Sri Nowo Retno mengungkapkan pihaknya tadi menyiapkan sekitar 200 alat rapid test. Namun di pasar tersebut hanya 131 orang yang ikut melakukan rapid. 
Menurutnya hal itu dilakukan untuk menjaring potensi penyebaran covid-19. “Iya karena saat ini pasar menjadi titik potensi penyebaran Covid, dan ada beberapa titik lainnya juga,” katanya.
Rapid test dilakukan sebagai upaya dalam pemutusan mata rantai penyebaran virus Covid-19. Salah satu caranya adalah dengan melakukan test masal dengan menggunakan rapid test.
Targetnya lanjut dia, kepada Orang Dalam Pemantauan (ODP), Orang Tanpa Gejala (OTG) Orang Dengan Resiko (ODR) hingga Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
Diakuinya, orang yang ditest dengan menggunakan rapid test akan mendapatkan hasil Negatif Covid-19 atau reaktif. Untuk yang mendapat hasil negatif artinya tidak menderita Covid-19
Namun untuk orang yang mendapatkan hasil reaktif perlu menjalani test swab dengan pengambilan sampel lendir yang selanjutnya akan ditest menggunakan metode PCR (Polymerase Chair Reaction).
Dia juga menjelaskan rapid test untuk memeriksa anti body, bukan spesifik SARS-COV2 (penyebab Covid-19) di tubuh seseorang.
“Ketika ada antigen (zat yang merangsang sistem imun agar membentuk antibodi) untuk melawan virus itu akan terekam untuk penguatan melawan virus,” ujarnya.
“Antigen itu bisa virus, ada kuman, bakteri, kita kan punya sistem imunitas kita akan mengeluarkan anti body untuk melawan itu ketika ada virus A itu akan terekam penguatan antibody untuk virus a ketika virusnya berbeda itu tidak bisa menditeksi lagi,” tambahnya lagi.
Untuk itu Dr Retno mengatakan bahwa rapid test berfungsi untuk mendeteksi antibodi. Jadi seseorang yang dinyatakan reaktif positif hasil rapid test, maka perlu menjalani test swab. (Nan) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *