Ada pemandangan dan nuansa yang sangat berbeda di Pondok Pesantren Daarul Rahman, yang terletak di Jalan  Purwa Raya I, Kelurahan Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, pada hari libur Selasa (25/8/2026). Tanggal merah kalender nasional kali ini bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal 1448 H.

Pesantren pimpinan singa podium Ibu Kota, KH Syukron Ma’mun, yang didirikan pada 1975 di kawasan Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, merayakan kelahiran sang pemimpin para nabi. Dikemas sangat berbeda dari kebiasaan yang dihelat setiap tahun.

Memaknai Ayat Kauniyah

Peringatan kelahiran Kanjeng Nabi kali ini digelar bukan hanya dengan pembacaan maulid atau mengurai apa yang ada dalam teks ayat-ayat qauliyyah kitab suci Al-Quran maupun kitab siroh nabawiyyah, tapi digagas lebih kontekstual. Memadukan ayat qauliyah dengan fenomena alam (ayat kauniyyah).

Panitia menambah bobot sakralitas acara dengan melakukan talkshow bertema isu penyelamatan lingkungan, dalam hal ini konservasi Sungai Ciliwung yang berhilir di Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, membelah Ibu Kota dan bermuara di perairan utara Jakarta.

Ciliwung adalah toponimi sungai yang hulunya bersumber di kawasan dataran tinggi Puncak, Kabupaten Bogor, yaitu titik nol Talaga Saat dan kawasan Gunung Pangarngo.

Istilah Ciliwung sendiri diambil dari nama tokoh besar Sunda, maharaja Pakuan Pajajaran, Bogor, Prabu Susuk Tunggal alias Sang Haliwungan, yang berkuasa pada medio 1400-an hingga 1482. Beliau adalah mertua Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi (1482-1521).

Ancaman Tenggelamnya Istana Negara

Dapat dipastikan, Ciliwung adalah daerah aliran sungai terbesar sekaligus yang paling berbahaya dari 13 DAS yang membelah Ibu Kota. Disebut paling berbahaya, karena sungai ini yang terbesar, paling panjang bentang hulu hilirnya.