Dinamika News, Bogor—Penjelasan pemerintah, terkait dua sekolah terkena Proyek Strategi Nasional (PSN), Dirjen Perkeretaapian double track (jalur ganda) Sukabumi Bogor pada lintas Bogor Jogyakarta.
Catatan Dinas Pendidikan Kota Bogor terdapat dua sekolah yang terkena double track diantaranya, SMA Negeri 4 Bogor dan SD Negeri Layungsari 2. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) H Fahrudin, menjelaskan, ada dua sekolah di wilayah Kecamatan Bogor Selatan, beberapa lahannya bakal digusur, masuk perencana pembangunan double track.
“Untuk SMAN 4, pembongkaran mengenai masjid sekolah, lapangan dan kantin. Sedangkan SDN Layungsari 2, menyentuh tiga kelas, yang digunakan kelas 3,4 dan lima,” kata Fahrudin.
Pelaksana tugas SDN Layungsari 2, H. Subadri mengtakan, pasrah, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Layungsari 2, dipastikan terganggu. Tiga dari 7 ruang kelas akan tergusur.
Pihak sekolah belum jelas berapa besar dapat pengganti dari bangunan tersebut. Namun yang jelas semua diserahkan pada Disdik setempat. "Kami hanya mengikuti sosialisasi saja. Tapi, mengenai nasib tiga bangunan ruang kelas tersebut belum dibahas secara teknis”, katanya.
Apakah pihak perkeretaapian kembali membangun ruang kelas baru (RKB) atau ada jalan keluar lain. Berkurangnya ruang kelas itu, sekitar 326 siswa, akan mengikuti KBM pagi-siang.
"Sekolah memiliki 12 rombongan belajar (rombel) dengan tujuh ruang kelas. bila tiga ruang dibongkar, proses KBM di SDN Layungsari 2 tak ideal lagi," jelas H. Subadri.
Dia berharap, pihak perkeretaapian kembali membangun ruang kelas baru, sebagai pengganti tiga ruang kelas yang terkena proyek pembangunan double track kereta api (KA) Bogor-Sukabumi. "Kami hanya bisa pasrah’, tandasnya sedih.
(Den)






