SMPN 1 Sukaraja Gandeng Komunitas Lingkungan Hidup Wujudkan Green School

Kepsek SMPN 1 Sukaraja Basirudin dan Ketua Jampedas Bogor Rd. Mursid
Dinamika News, Bogor — Untuk mewujudkan program sekolah berbasis lingkungan, SMPN 1 Sukaraja mengajak komunitas lingkungan hidup bekerjasama menjadikan lingkungan sekolah sehat bernuansa hijau. 
Kendati baru dua minggu menjadi kepala sekolah, Basirudin langsung membuat gebrakan dengan membangun tempat pengelolaan sampah terpadu dengan sistem 3R. Dan menggandeng komunitas lingkungan hidup untuk mau memberikan ilmunya dalam bidang lingkungan. 
“Tahap awal kami fokus menata sekolah di bagian Barat, membangun tempat pengelolaan sampah terpadu, merapihkan kantin, WC siswa, sehingga sekolah mampu menjadi pelopor kebersihan dan mengolah sampah lebih bermanfaat,” kata Basirudin yang memanfaatkan waktu belajar di rumah dengan menata sekolah, Senin (30/3/2020). 
Mantan kepala Sekolah SMPN Gunung Sindur ini mengungkapkan sekolah yang sekarang dipimpinnya akan dijadikan menjadi sekolah bersih dan siswa bisa belajar dengan nyaman. 
“Jika program sekolah berbasis lingkungan ini bisa terwujud, diharapkan kedepan SMPN 1 Sukaraja akan didorong untuk menjadi sekolah Adiwiyata,” ujarnya. 
Praktisi lingkungan hidup, Rd Mursid menyambut baik Kepala Sekolah SMPN 1 Sukaraja bekerja sama dengan komunitas Lingkungan Hidup menata Sekolah menjadi Green School. Karena menurutnya, Sekolah merupakan pelopor utama untuk memberikan pelajaran hidup sehat dan bersih. 
“Kami dengan senang hati, akan memberikan ilmu terkait penanganan lingkungan hidup dengan memberikan pelatihan cara penanggulangan sampah agar bisa menjadi daya guna seperti sampah organik dibuat kompos, sementara sampah pelastik bisa diolah menjadi paving block,” jelasnya. 
Ketua Komunitas Lingkungan Hidup Jaringan Masyarakat Peduli Daerah Aliran Sungai (Jampedas) Bogor ini mengatakan sekolah juga akan disediakan komposter, selain menjadi sarana edukasi siswa, komposter bisa menjadikan sampah hanya dengan waktu dua minggu sampah bisa langsung menjadi kompos dan langsung diaplikasikan ke berbagai jenis tanaman sebagai pupuk organik. 
“Jika lingkungan sekolah bersih dan sehat maka aktivitas belajar mengajar akan terasa lebih nyaman,” ungkap Mursid didampingi sekretaris Jampedas Syamsul Maarif. (Nan) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *