Dinamika News, Bogor — Persoalan penanganan ambruknya gedung baru Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor masih menimbulkan pertanyaan di masyarakat.
Pembangunan yang menghabiskan puluhan miliar itu baru selesai di bangun, dinding bagian atas bangunan ambruk pada Oktober 2019 lalu. Dan hingga kini pihak Inspektorat Kota Bogor belum juga mengeluarkan hasil audit anggaran pembangunan gedung tersebut.
Kejadian yang sempat viral tersebut bahkan mendapatkan sorotan sempai Walikota Bogor Bima Arya juga menyayangkan peristiwa tersebut dan mengatakan bahan materil yang dipakai kurang bagus.
Atas ketidak jelaskan penanganan ambruknya gedung baru DPRD tersebut, Ketua Umum LSM PAR, Khotman Idris menyayangkan atas robohnya gedung dewan, hal ini terindikasi ada dugaan kecerobohan dari pihak-pihak yang terlibat pembangunan gedung DPRD kota Bogor.
“Kejaksaan Negeri Kota Bogor harus segera memperifikasi dan mengaudit proyek pembangunan gedung DPRD dan siapapun yang terlibat harus diberi sangsi tegas bila perlu dipenjarakan karena sudah merugikan keuangan negara,” tegas Khotman Idris saat dihubungi via telepon seluler, Sabtu (27/6/2020.
Masih menurut Khotman, terkait bahan bangunan semua berurusan dengan pejabat pembuat keputusan (PPK) dan diduga bangunan gedung baru DPRD Kota Bogor belum mempunyai sertifikat laik fungsi (SLF) sudah ditempati. Hal ini jelas telah melanggar aturan.
Kepala Inspektorat Kota Bogor, Inspektur Pupung W Purnama saat dikonfirmasi (24/6/2020) terkait audit anggaran pembangunan gedung baru DPRD kota Bogor mengatakan proses audit belum selasai. “Nanti akan saya kasih tahu hasil audit,” ujar Pupung.
Atas peristiwa ambruknya tembok bangunan DPRD itu, salah seorang anggota DPRD Kota Bogor yang enggan disebutkan namanya masih merasa ketakutan dan terauma. “Masih terbuka mas, takutnya saat rapat paripurna tiba-tiba roboh lagi,” ungkapnya.
Sementara itu, saat di konfirmasi kepada pejabat pembuat keputusan (PPK) saat itu yang dijabat oleh Sekdis Permukiman Kota Bogor, Lorin masih belum bisa ditemui bahkan kantor Disperumkim dijaga ketat pihak keamanan. (Dody)






